Awalnya Berkembangnya Perjudian Di Indonesia

Awalnya Berkembangnya Perjudian Di Indonesia

Awalnya berkembangnya perjudian di indonesia, dijumpai dulu, yang permainkan perjudian adalah beberapa dukun. Pada waktu itu dukun dukun banyak diandalkan untuk buat ramalan berkenaan kejadian atau musibah bencana kedepan. Saat melakukan ramalannya, seorang dukun akan menggunakan beberapa alat seperti tongkat, batu bahkan tulang hewan. Kelak beberapa alat itu akan dilempar ke udara, ada juga yang melemparnya pada sebuah mangkok.

Kejadian kedepan dapat diramal. berdasar letak jatuhnya beberapa alat yang digunakan baru saja. Berikut sebagai salah satu cikal akan perjudian, di mana kita menebak tempat jatuh atau landingnya satu benda. Ini dapat disebut cukup misalnya dengan permainan roulette, bedanya bola roulette tidak dibuang, tapi di putar sampai stop.

Sabung Ayam di Indonesia

Selain itu salah satu permainan yang betul-betul punyai dampak pada riwayat judi di Indonesia adalah sabung ayam. Permainan ini sudah tentu kenal di tanah Jawa, sabung ayam bahkan jadi benang merah dalam cerita rakyat Cindelaras. Secara singkat raja dari kerajaan Jenggala, Raden Putra menantang Cindelaras untuk taruhan di dalam permainan sabung ayam.

Awalnya Berkembangnya Perjudian Di Indonesia
Awalnya Berkembangnya Perjudian Di Indonesia

Bila ayam Cindelaras menang karenanya semua kekayaan Raden Putra akan dikasih kepadanya. Tapi bila ayam Cindelaras kalah karenanya ia akan dikasih hukuman pancung. Tak perlu waktu yang lama, ayam Cindelaras dapat dengan mudah mengalahkan ayam dari Raden Putra di dalam permainan itu. Bila kamu tertarik sama cerita ini, kamu dapat membaca cerita lengkap di halaman Wikipedia yang membahas cerita Ayam Cindelaras.

Selain itu ada juga cerita mengenai kematian dari Anusapati yang karena menyaksikan pertandingan sabung ayam. Anusapati yang saat itu ingin hadiri pertandingan sabung ayam harus melepaskan kerisnya. Karena ketetapan untuk menyaksikan pertandingan sabung ayam saat itu adalah dilarang untuk membawa senjata, karenanya Anusapati harus tulus meninggalkan krisnya.

Walaupun sebetulnya awalannya ibu Anusapati sudah menerangkan kepadanya untuk selalu membawa keris itu dimana saja ia pergi. Tapi sayang hal yang paling diragukan berjalan, Tohjaya membunuh Anusapati saat menyaksikan sabung ayam. Tohjaya membunuh Anusapati atas basic balas sakit hati atas kematian ayahnya, Ken Arok.

Bukan hanya 2 cerita itu sebenarnya ada banyak narasi yang menceritakan sabung ayam di Nusantara. Bukan hanya di pulau Jawab, tapi sampai ke Sulawesi, Bali dan lainnya. Sabung ayam ialah permainan favourite dari beberapa raja raja awalnya sampai banyak mengubah arah perpolitikan pada waktu itu.

Perjudian di Indonesia Pada Waktu Kolonial

Pada sekarang ini, permainan perjudian di Indonesia sudah pasti semakin berbagai dengan kedatangan beberapa pedagang dari China atau Eropa. Beberapa pedagang ini ikut membawa permainan taruhan favourite mereka seperti judi kartu, dadu dan domino. Di tahun 1620 di mana waktu VOC berkuasa di tanah Nusantara, mereka mencari cari cara yang dapat memberikan mereka keuntungan. Salah satu cara yang mereka lakukan dengan luluskan orang Tionghoa untuk membuka rumah judi. Mereka dibolehkan membuka baik di atau luar kota Batavia (Jakarta).

Kapitan Tionghoa yang menggenggam pada waktu itu adalah Souw Beng Kong. Bukan hanya diberi kebebasan untuk membuka rumah judi, ia juga harus memperhatikan setiap rumah judi yang ada saat itu. Selainnya kedua tugas itu, ia memiliki lokasi yang berperanan untuk pembuatan coin. Dan rumah timbang yang di fungsikan untuk menghitung barang barang punyai orang Tionghoa. Awalnya berkembangnya perjudian di indonesia

Walaupun di pekerjaankan untuk memperhatikan setiap rumah judi, Souw Beng Kong dan sekretarisnya kenyataannya tidak di gaji. Tapi mereka mempunyai hak terima 20% dari pajak yang diambil oleh VOC dari setiap rumah judi. Mayoritas pemain judi pada waktu itu adalah beberapa kuli dan budak yang menyukai saat bermain judi.

Permainan dimainkan waktu itu meliputi judi dadu, judi kartu, sabung ayam, po dan capjiki yang diperkenalkan orang Tionghoa. Diperkirakan satu rumah judi bayar s/d 6000 pound sterling atau sekitar 114 juta rupiah pada VOC setiap bulannya.

Scroll to top